Sedikitnya tiga laki-laki bersenjata melakukan serangan terhadap kantor suratkabar mingguan di Paris, Rabu (7/1) menewaskan 12 orang.
Para pejabat mengatakan tiga laki-laki bersenjata melepaskan tembakan dengan senapan otomatis dan peluncur roket di dalam kantor majalah Charlie Hebdo hari Rabu (7/1).
Kisah tragis kemanusiaan di dunia terus berulang, meskipun peralatan, kedokteran dan penemuan canggih dan modern ditemukan.
Billy Graham mengatakan, ada 3 permasalahan yang tidak mampu kita pecahkan, yaitu
1. Kejahatan Manusia
2. Penderitaan Manusia
3. Kematian
Para negarawan dan sarjana kita berusaha menciptakan perdamaian, namun mereka melakukannya tanpa raja damai.
Manusia tidak dapat membawa kedamaian yang bertahan lama.
Kedamaian yang yang bertahan lama hanya dapat dihadirkan ketika Kristus sang Raja Damai datang dan menghadirkan kerajaanNya yang hebat dan kuat.
2 Tesalonika 1:2,7 "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. .... dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas" (DD)
"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya." Yesaya 40:29
Sabtu, 10 Januari 2015
Jumat, 09 Januari 2015
Jangan Terlambat
"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya" (Matius 25:13)
Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yang dialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit berlalu. Pada menit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telepon yang pesannya berbunyi, "Ini tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan! Putar haluan!" Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat! "Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan 1.600 jiwa.
Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film Titanic tak perlu dibuat. Tiga kesempatan dilewatkan dan ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat! Hal yang sama kerap dilakukan banyak anak Tuhan saat mendengar suaraNya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatan dan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremehkan semuanya itu.
Bila kesempatan itu ternyata merupakan yang terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam". Firman Allah mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan -- kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendakNya, untuk melayani-Nya, atau yang lain.
Jangan terlambat!
Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yang dialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit berlalu. Pada menit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telepon yang pesannya berbunyi, "Ini tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan! Putar haluan!" Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat! "Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan 1.600 jiwa.
Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film Titanic tak perlu dibuat. Tiga kesempatan dilewatkan dan ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat! Hal yang sama kerap dilakukan banyak anak Tuhan saat mendengar suaraNya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatan dan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremehkan semuanya itu.
Bila kesempatan itu ternyata merupakan yang terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam". Firman Allah mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan -- kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendakNya, untuk melayani-Nya, atau yang lain.
Jangan terlambat!
Kamis, 08 Januari 2015
Hutang yang dihapuskan
Saat Tuhan Yesus di undang ke rumah seorang Farisi, ada seorang PSK yang datang dan menangis di kakiNYA. Ia menghapus air mata yang jatuh di kakiNYA dengan rambut panjangnya, lalu meminyaki kakiNYA dengan minyak wangi.
Si Farisi brpikir bahwa seharusnya IA tahu siapa perempuan itu.
Tuhan menjawab apa yang ada di pikiran orang farisi itu: "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar yang seorang lima puluh. Kemudian mereka tidak sanggup membayar maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah diantara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? Jawab Simon: Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.
Kata Yesus kepadanya: Betul pendapatmu itu." (Luk.7:41-43).
Jika mau jujur dan interospeksi diri, kitapun hanyalah orang yang dihapus dosa-dosa kita. Tentu kitapun takkan biasa-biasa saja terhadap Tuhan Yesus yang sudah menghapus dosa-dosa kita. Kita pasti penuh antusias dan syukur kepada Kristus. Hanya orang yang menganggap dirinya tidak berdosa yang meremehkanNYA. (GE)
Si Farisi brpikir bahwa seharusnya IA tahu siapa perempuan itu.
Tuhan menjawab apa yang ada di pikiran orang farisi itu: "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar yang seorang lima puluh. Kemudian mereka tidak sanggup membayar maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah diantara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? Jawab Simon: Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.
Kata Yesus kepadanya: Betul pendapatmu itu." (Luk.7:41-43).
Jika mau jujur dan interospeksi diri, kitapun hanyalah orang yang dihapus dosa-dosa kita. Tentu kitapun takkan biasa-biasa saja terhadap Tuhan Yesus yang sudah menghapus dosa-dosa kita. Kita pasti penuh antusias dan syukur kepada Kristus. Hanya orang yang menganggap dirinya tidak berdosa yang meremehkanNYA. (GE)
Rabu, 07 Januari 2015
Ketika Tuhan Yesus berdiri Di muka Pintu
Di Oxford, Inggris ada sebuah kapel, yang di depan altarnya tergantung sebuah lukisan yang sangat terkenal di dunia, The Light of the World karya Holman Hunt. Banyak orang telah melihat lukisan ini, namun sangat sedikit yang mempelajari arti dari lukisan ini.
Lukisan ini menggambarkan Yesus dalam kepenuhannya sedang memegang lentera di tangannya berdiri di depan pintu tanpa palang di luar, jalan menuju tempat itu di penuhi rumput-rumput liar. Inspirasi dari lukisan ini berasal dari Wahyu 3:20: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
Sewaktu Yesus mengetuk pintu, ekresi wajah-Nya sangat berkesan, Ia tahu pasti siapa yang ada di balik pintu tersebut. Yesus sangat berharap untuk masuk.
Lentera melambangkan hati nurani; wajah lembut Tuhan memancarkan cahaya yang sulit dijelaskan. Adakecermelangan yang tampaknya muncul dari kepribadian-Nya. Hati nurani adalah titik hubungan; kehadiranNya adalah Cahaya yang berdiam yang menyingkapkan apa itu baik dan jahat.
Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita, dan Ia rindu untuk menolong kita, itu sebabnya Yesus mengetuk pintu hati kita. Ia tahu kelemahan kita, dan apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita, itu sebabnya Ia datang untuk memberikan kekuatan supaya kita menjadi penakluk dan pemenang atas permasalahan dan pergumulan kita.
Pertanyaannya saat ini, seperti yang tergambar dalam lukisan tersebut. Pintu itu hanya bisa di buka dari dalam. Yesus bukanlah tipe orang yang mendobrak pintu rumah orang lain. Dia mengetuk dengan sopan dan lembut. Kini, bersediakah Anda membukakan pintu baginya, agar Ia masuk dan menerangi hidup Anda dengan kemuliaan-Nya? Keputusannya ada ditangan Anda.
Sumber: I, Isaac, take Thee Rebekah; Ravi Zacharias;Pionir Jaya
Selasa, 06 Januari 2015
Bahagia Itu Sederhana
Mendengar isteri cerewet di rumah, berarti aku masih punya keluarga.
Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.
Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu dan ayah.
Merasa letih dan jemu menasihati anak yang nakal, berarti aku masih punya anak yg mewarnai hidupku
Merasa letih setiap malam selepas penat bekerja, itu berarti aku mampu bekerja keras.
Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.
Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.
Mencuci dan menyetrika timbunan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.
Membersihkan halaman rumah, mengepel lantai, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.
Mendapatkan banyak tugas pekerjaan itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.
Mendengar bunyi klakson itu berarti aku masih bisa mendengar.
Mendengar kicau burung di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.
Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.
Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, kerana secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.
Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.
Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.
Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan meskipun kadang tak tampak ada alasan untuk bersyukur.
Ayo kita sama-sama mencoba untuk bersyukur setiap saat walau keadaan kini belum seperti apa yang kita harapkan sebab hikmah selalu ada dibaliknya.. saat kita mampu melihatnya dari sisi yang lain.
Mazmur 118:1 "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."
Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.
Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu dan ayah.
Merasa letih dan jemu menasihati anak yang nakal, berarti aku masih punya anak yg mewarnai hidupku
Merasa letih setiap malam selepas penat bekerja, itu berarti aku mampu bekerja keras.
Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.
Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.
Mencuci dan menyetrika timbunan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.
Membersihkan halaman rumah, mengepel lantai, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.
Mendapatkan banyak tugas pekerjaan itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.
Mendengar bunyi klakson itu berarti aku masih bisa mendengar.
Mendengar kicau burung di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.
Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.
Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, kerana secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.
Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.
Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.
Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan meskipun kadang tak tampak ada alasan untuk bersyukur.
Ayo kita sama-sama mencoba untuk bersyukur setiap saat walau keadaan kini belum seperti apa yang kita harapkan sebab hikmah selalu ada dibaliknya.. saat kita mampu melihatnya dari sisi yang lain.
Mazmur 118:1 "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."
Senin, 05 Januari 2015
Pipa Saluran
Firman Tuhan berkata : "Yesus berdiri dan berseru 'Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKU dan minum!. Barangsiapa percaya kepadaKU, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." (Yoh.7:37-38).
Ini menegaskan apa yang Tuhan katakan di bagian lain bahwa setiap yang berbeban berat, yang telah datang kepadaNYA dan telah memperoleh kelegaan (Mat.11:28), maka ayat di atas menunjukkan prinsip utama. Bahwa bagi kita yang telah menerima anugrah dan pertolonganNYA, maka kita harus menyalurkan lagi setiap anugrah itu kepada yang lain.
Kita yang sudah diberkati , seharusnyalah kita menjadi berkat kembali. Itulah rencanaNYA. Jadi kita menjadi seperti pipa penyalur 'air hidup'NYA. Jangan sampai aliran itu dihentikan dari sumberNYA, hanya karena pipanya tidak lancar. (GE)
Ini menegaskan apa yang Tuhan katakan di bagian lain bahwa setiap yang berbeban berat, yang telah datang kepadaNYA dan telah memperoleh kelegaan (Mat.11:28), maka ayat di atas menunjukkan prinsip utama. Bahwa bagi kita yang telah menerima anugrah dan pertolonganNYA, maka kita harus menyalurkan lagi setiap anugrah itu kepada yang lain.
Kita yang sudah diberkati , seharusnyalah kita menjadi berkat kembali. Itulah rencanaNYA. Jadi kita menjadi seperti pipa penyalur 'air hidup'NYA. Jangan sampai aliran itu dihentikan dari sumberNYA, hanya karena pipanya tidak lancar. (GE)
Minggu, 04 Januari 2015
Belajar dari Jam Dinding
Pada waktu kita memasukkan sebuah Baterai kedalam sebuah Jam Dinding,
maka Jam Dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya...
Detik demi detik.., menit demi menit.., jam demi jam.., ia terus bekerja sampai Baterai itu habis ia terus bekerja dan bekerja...
Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih : dilihat orang atau tidak , ia tetap berdenting.., dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar.., walaupun tak seorangpun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja...
Pada waktu bekerja, ia tetap menyuarakan KEBENARAN ; ia selalu bicara apa adanya..., ketika jarum menunjukkan angka enam..., iapun berbunyi enam kali...,
saat menunjukkan jam sembilan..., iapun berbunyi sembilan kali...,
dan begitu seterusnya..., tanpa dilebihkan atau dikurangi sedikitpun juga...
Ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia juga memberi 'Baterai', yaitu Nafas Kehidupan, dengan maksud agar kita bisa bekerja dan berkarya serta menjadi berkat bagi sesama seperti halnya Jam Dinding tadi...
Selama 'Baterai' itu masih berfungsi, biarlah kita mau terus melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi sesama...
Tidak usah memusingkan diri dengan pujian dan penghargaan.., sekalipun hal-hal baik yang kita lakukan tidak dilihat dan tidak dihargai oleh orang lain, kita harus terus melakukannya...
Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
maka Jam Dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya...
Detik demi detik.., menit demi menit.., jam demi jam.., ia terus bekerja sampai Baterai itu habis ia terus bekerja dan bekerja...
Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih : dilihat orang atau tidak , ia tetap berdenting.., dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar.., walaupun tak seorangpun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja...
Pada waktu bekerja, ia tetap menyuarakan KEBENARAN ; ia selalu bicara apa adanya..., ketika jarum menunjukkan angka enam..., iapun berbunyi enam kali...,
saat menunjukkan jam sembilan..., iapun berbunyi sembilan kali...,
dan begitu seterusnya..., tanpa dilebihkan atau dikurangi sedikitpun juga...
Ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia juga memberi 'Baterai', yaitu Nafas Kehidupan, dengan maksud agar kita bisa bekerja dan berkarya serta menjadi berkat bagi sesama seperti halnya Jam Dinding tadi...
Selama 'Baterai' itu masih berfungsi, biarlah kita mau terus melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi sesama...
Tidak usah memusingkan diri dengan pujian dan penghargaan.., sekalipun hal-hal baik yang kita lakukan tidak dilihat dan tidak dihargai oleh orang lain, kita harus terus melakukannya...
Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Sabtu, 03 Januari 2015
Tidak Tawar Hati
Ada sikap baik yang akan menentukan suasana perjalanan hidup kita ke depan, yakni sikap menerima keadaan dengan syukur.
Firman Tuhan katakan : "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati." (2Kor.4:1)
Memulai tahun baru, akan membebani jika kita dipenuhi ketidak puasan atau kekecewaan atas keadaan kita sekarang. Tapi sebaliknya, dengan menerima keadaan kita dengan syukur sebagai rahmat Allah tersendiri, kita justru akan semakin tidak tawar hati karena sadar bahwa dalam kelemahan kita inilah akan terasa harta berharga yang kita miliki, yakni Kristus Yesus.
Memang benar, kita bukan mulai melangkah dengan semangat besar dari kekuatan diri, karena tidak akan bertahan lama. Tapi kita mulai dari semangat karena penyerahan diri, menerima keadaan kita apa adanya dengan besar hati. Semangat karena kita membawa harta rohani yang dahsyat dalam diri kita yang lemah. Tuhan menyertai.
Firman Tuhan katakan : "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati." (2Kor.4:1)
Memulai tahun baru, akan membebani jika kita dipenuhi ketidak puasan atau kekecewaan atas keadaan kita sekarang. Tapi sebaliknya, dengan menerima keadaan kita dengan syukur sebagai rahmat Allah tersendiri, kita justru akan semakin tidak tawar hati karena sadar bahwa dalam kelemahan kita inilah akan terasa harta berharga yang kita miliki, yakni Kristus Yesus.
Memang benar, kita bukan mulai melangkah dengan semangat besar dari kekuatan diri, karena tidak akan bertahan lama. Tapi kita mulai dari semangat karena penyerahan diri, menerima keadaan kita apa adanya dengan besar hati. Semangat karena kita membawa harta rohani yang dahsyat dalam diri kita yang lemah. Tuhan menyertai.
Jumat, 02 Januari 2015
Menjadi Ciptaan Baru
Mengawali Tahun yang baru. Kita sudah mempunyai bermacam-macam tekad baik yang menunggu untuk segera dimulai. Sekarang, hari ini, menentukan apakah tekad-tekad baik itu akan menjadi kenyataan atau akan tetap menjadi ideal kita semata, yang tidak pernah terealisasi.
Firman Tuhan katakan : "Jadi sekarang, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang."
Mari segera memulainya sekarang, tekad baru, semangat baru, kebaikan-kebaikan baru, dan cara hidup yang baru . Membuat perubahan hidup menjadi lebih indah, lebih efektif dan meninggalkan kelemahan manusia lama kita. Tinggalkan dosa-dosa kita, egoisme kita, pemarah, kesombongan, pemboros, dan semua keburukan-keburukan lama. Oleh pertolongan Tuhan yang lama sudah lalu, dan yang baru sudah menggantikannya.
Firman Tuhan katakan : "Jadi sekarang, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang."
Mari segera memulainya sekarang, tekad baru, semangat baru, kebaikan-kebaikan baru, dan cara hidup yang baru . Membuat perubahan hidup menjadi lebih indah, lebih efektif dan meninggalkan kelemahan manusia lama kita. Tinggalkan dosa-dosa kita, egoisme kita, pemarah, kesombongan, pemboros, dan semua keburukan-keburukan lama. Oleh pertolongan Tuhan yang lama sudah lalu, dan yang baru sudah menggantikannya.
Kamis, 01 Januari 2015
Selamat Tahun Baru 2015
Kemarin adalah kenangan
Saatnya untuk mengakui kesalahan dan mohon maaf jika masih banyak hal yang kurang berkenan.
Hari ini adalah goresan
Seperti kanvas yang masih bersih, goreskan lukisan hidup dengan sesuatu yang bermakna.
Esok adalah harapan
Sepasti udara segar yang kita hirup, jika Tuhan pegang tangan kita.
"Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu" (Mazmur 65-12a )
(DD)
Saatnya untuk mengakui kesalahan dan mohon maaf jika masih banyak hal yang kurang berkenan.
Hari ini adalah goresan
Seperti kanvas yang masih bersih, goreskan lukisan hidup dengan sesuatu yang bermakna.
Esok adalah harapan
Sepasti udara segar yang kita hirup, jika Tuhan pegang tangan kita.
"Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu" (Mazmur 65-12a )
(DD)
Langganan:
Postingan (Atom)









